Friday, July 28, 2017

Kegunaan Kemoterapi Kista

Tags

Kemoterapi sudah digunakan sejak tahun 1950-an . Ada berbagai manfaat dari kemoterapi kista yang dapat dirasakan, seperti meminimalisir terjadinya pertumbuhan kembali sel abnormal penyebab kista, bahkan sampai ke bagian tubuh yang sangat sulit dan jauh ke dalam sehingga pisau bedah sangat sulit untuk menjangkaunya. Namun manfaat yang sudah dijelaskantadi ada beberapa bahaya dari efek samping pengguanaan kemoterapi yang perlu anda perhatikan sebelum memutuskan untuk melakukan pengobatan kista dengan cara kemoterapi, diantaranya adalah :

> Setelah melakukan kemoterapi, badan akan terasa lemas. Hal ini tidak akan hilang dengan cepat, bahkan bisa memakan hari terutama bagi mereka yang lemah, anak-anak, dan orang tua yang sudah lanjut usia.

> Mengalami mual dan muntah. Obat terapi sangat khas, sehingga apabila pasien tidak terbiasa dengan obat-obatan seperti ini akan mengakibatkan mual dan muntah.

> Mengalami gangguan pada sisitem pencernaan. Gejala yang biasanya timbul adalah meningkatnya frekuensi BAB, bahkan pada sebagian pasien mengalami diare. Kabar buruknya adalah jika pada saat menjalani kemoterapi kita dilarang mengkonsumsi obat lain, Khususnya obat untuk diare dan susah BAB jika bandel maka akan menyebabkan overdosis yang mengakibatkan kematian.

> Timbulnya sariawan disebabkan oleh panas dalam akibat cairan yang terus terkuas pada saat kemoterapi. Meskipun tidak sampai sariawan namun mulut akan mengalami infeksi, terasa tebal dan sangat kering kasar.

> Rambut rontok. Kerontokan yang terjadi akibat efek samping bisa terjadi selama dua atau tiga minggu setelah dimulainya kemoterapi. Bagian yang rontok biasanya dekat otak belakang, meskipun rambut dapat tumbuh lagi, namun kondisi rambut sudah rusak dna tidak sebagus kondisi rambut sebelumnya.

> Otot dan saraf. Otot dan saraf mengalami kesemutan bahkan mengalami mati rasa, selain itu tenaga yang dihasilkan juga menjadi sangat lemah.

> Efek pada darah. Efek yang dapat terjadi biasanya sel darah putih terganggu, produksi sel darah menjadi menurun jumlah sel yang sedikit dan yang paling sering terjadi adalah menurunnya produksi leokosit/ sel darah putih.

> Mudah terinfeksi. Karena produksi leokosit yang renda maka sistem imun yang dihasilkan juga sedikit akhirnya badan mudah terinfeksi penyakit lain, khususnya demam, batuk, dan flu.

> Ketika kemoterapi. Keika kemoterapi maka produksi darah menjadi menurun oleh sebab itu anemia dapat dipastikan terjadi. makanya jangan heran jika badan menjadi lemas, bahkan sering pingsan.

> Kulit menjadi kering dan warnanya bisa berubah. Efek samping yang terakhir adalah kemoterapi mempengaruhi pigmen kulit, sehingga warnanya menjadi berubah. Dari yang tadinya putih bisa menjadi hitam dan yang tadinya hitam dan yang akan terjadi maka akan lebih hitam lagi atau bisa sebaliknya, selain itu kulit juga menjadi kusam dan kering karena kekurangan nutrisi.

This Is The Newest Post


EmoticonEmoticon