Friday, July 14, 2017

Bahaya Kanker Serviks Kenali Gejala Dan Penyebabnya



Kanker Serviks adalah kanker yang muncul pada leher rahim wanita. Leher rahim sendiri berfungsi sebagai pintu masuk menuju rahim dari vagina, semua wanita dari berbagai usia berisiko menderita kanker seviks. Penyakit ini cenderung memengaruhi wanita yang aktif secara sexsual.

Pada taha awal kanker serviks biasanya tidak memiliki gejala, gejala yang umum pada kanker serviks adalah pendarahan pada vagina yang terjadi setelah berhubungan seks, di luar masaa menstruasi atau setelah menopause. Meski terjadi pendarahan belum berarti anda menderita kanker serviks utuk memastikannya segera tanyakan kepada dokter jika curiga terdapat kanker serviks, rujukan menemui spesialis akan diberikan.

Penderita kanker serviks di indonesia, Pada tahun 2014 WHO menyatakan terdapat 92 ribu kasus kematian pada pendudk wanita akibat kanker serviks, 10,3 persennya merupakan jumlah kematian akibat kanker serviks dan baru baru ini kasus baru kanker serviks berjumblah hampil 21 ribu orang. Sejak tahun 2000-2012 semakin muda usia wanita yang terserang kanker serviks yaitu kisaran usia 21-22 tahun di 2000 dan mencapai usia dibawah 20 tahun pada tahun 2012 penelitian WHO menyingkapkan kurangnya tindakan skrining penyakit kanker di indonesia. secara umum belum tersedia di pusat kesehatan primer pada tahun 2014 ini ikut terpengaruh pada jumlah kematian kanker serviks di indonesia yang tergolong tinggi karena sebagian besar di sebabakan oleh keterlambatan dalam diagnosis. Biasanya kanker sudah menyebar ke organ lain di dalam tubuh ketika seseorang memeriksakan kondisinya. Inilah penyebab pengobatan yang dilakukan menjadi semakin sulit.

Hampir semua kasus kanker serviks disebabakan oleh human papillomavirus atau HPV yaitu kumpulan jenis yang menyebabkan kutil di tangan, kaki, dan lalat kelamin. Ada banyak jenis HPV yang sebagian besar virus yang tidak berbahaya. Tapi ada beberapa jenis HPV yang mengganggu sel-sel leher rahim untuk nisa berfungsi secara normal dan akhirnya bisa memicu kanker. Dari banyak jenis HPV ada dua jenis HPV yang paling berbahaya, yaitu HPV16 dan HPV 18 jenis virus ini yang menyebabkan 70 persen kasus kanker serviks. banyak wanita yang tidak menyadari telah terinfeksi karena HPV jenis ini tidak menimbulkan gejala. Vaksin untuk mencegah infeksi HPV yang berisiko menyebabkan kanker sudah tersedia. Vaksinasi HPV yang saat ini ada adalah vaksin bivalen untuk HPV 16 dan 18; vaksin kuadrivalen untuk HPV 6, 11, 16 dan 18; atau vaksin nonavalen untuk 9 jenis HPV yaitu 4 jenis ditambah 31,33, 45, 52, dan 58.

Diagnosis kanker serviks
  • Prosedur kolposkopi. adalah pemeriksaan leher rahim untuk mencari kelainan. Dokter akan memakai kaca pembesar khusus untuk melihat vulva, vagina dam leher rahim. Pproses ini menggunakan mikroskop dengan lampu kecil diujungnya. Jika terlihat kelainan pada proses kolposkopi sampel kecil jaringan akan diambil dari leher rahim dan diperiksa di bawah mikroskop.
  • Biopsi kerucut. Sebuah operasi kecil biopsi kerucut yang perlu dilakukan, istilah biopsi kerucut dipakai dari jaringan berbentuk kerucut yang diambil dari leher rahim. sel-sel jaringan ini akan diperiksa dengan mikroskop untuk memeriksa apakah ada sel kanker. Prosedur ini dilakukan di rumah sakit dengan pemakaian bius likal, efek samping pendarahan yang mungkin terjadi hingga satu bulan setelah operasi.
  • Kawat listrik melingkar. prosedur ini akan menggunakan kawat tipis yang dialiri listrik bertegangan kecil untuk mengambil sampel jaringan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, seperti: Tes darah, pemeriksaan organ panggul Ct Scan, X-ray dada, MRI scan, PET scan.
Pencegahan Kanker Serviks

Cara utama mencegah kanker serviks adalah mencegah tertular virus HPV diperkirakan sekitar 99 persen kasus kanker serviks disebabkan oleh virus ini. langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terkena kanker serviks meliputi berhubungan seks dengan aman , screening rutin pada leher rahim adalah metode untuk mendeteksi sel-sel yang berpotensi menjadi kanker. Tes ini hanya memeriksa kesehatan sel-sel pada leher rahim. Vaksinasi untuk melindungi wanita dari infeksi virus utama yang menyebabkan kanker serviks. Meski HPV bisa mengurangi risiko kanker serviks tapi vaksin ini tidak menjamin anda bebas dari penyakit ini.

Gejala Kanker Serviks
  • Pendarahan pada vagina. Termasuk flek adalah gejala yang sering terlihat dari kanker serviks. Pendarahan biasanya terjadi setelah berhubungan seks, diluar masa menstruasi, atau setelah monopause.
  • Carian yang keluar tanpa berhenti dari vagina dengan bau yang aneh dan berbeda biasanya.
  • Rasa sakit tiap kali melakukan hubungan seksual
  • Perubahan siklus menstruasi tanpa diketahui penyebabnya, misalnya menstruasi yang lebih dari 7 hari untuk 3 bulan atu lebih atau pendarahan dalam jumlah yang sangat banyak.
Gejala pada kanker serviks stadium akhir
- Terjadinya hematuria atau darah urine
- Bermasalah saat buang air kecil karena penyumbatan ginjal atau ureter
- Perubahan pada kebiasaan buang air besar dan kecil
- Penurunan berat badan
- Pembengkakan pada salah satu kaki, nyeri pada tulang, kehilangan selera makan.
- Rasa sakit pada perut bagian bawah dan juga panggul
- Rasa sakit pada punggung atau pinggang ini disebabkan karena terjadi pembengkakan pada ginjal.

Jika anda merasakan gejala-gejala seperti ini sebaiknya segera menemui dokter, terutama mengenai pendarahan yang tidak normal pada vagina yang bisa disebabkan oleh banyak hal. Gejala ini harus diperiksa oleh dokter untuk memahami penyebabnya.

Pengobatan Kanker Serviks
Prosedur pengangkatan sel-sel prakanker
Hasil pap smear mungkin yidak menunjukan adanya kanker serviks, tapi bisa dilihat jika terjadi perubahan biologis yang berpotensi menjadi kanker dimasa mendatang. Berikut ini adalah beberapa penanganan yang tersedia: Biopsi Kerucut, Terapi laser, LLETZ atau large loop excision of transformation zone
  • Operasi pengangkatan kanker serviks.
  • Ada beberapa jenis utama kanker serviks diantaranya: Operasi radical trachelectomy,Operasi yang melibatkan pengangkatan rahim, Pelvic exenteration.
  • Penanganan kanker serviks dengan radioterapi
  • Efek samping melakukan metode radioterapi adalah: Sakit saat buar air kecil, Pendarahan dari vagina dan rektum, Diare, Kelelahan, Mual, Merusak kandung kemih dan usus sehingga kehilangan kontrol dalam membuang air besar dan kecil, Rasa perih pada kulit di daerah panggul, kemandulan.
  • Mengobati kanker serviks dengan kemoterapi
  • Efek samping yang paling sering terjadi, adalah: Mengalami sariawan, Kehilangan selera makan, Merasakan kelelahan, Mual dan muntah, Rambut rontok, jumlah sel darah merah berkurang.

This Is The Newest Post


EmoticonEmoticon